vendredi 5 juin 2009

iseng tentang vernakular dan tradisional

saya tidak tahu apakah ini normal atau tidak, dan yang terjadi di saya adalah semakin jauh saya pergi, saya semakin rindu pada rumah saya.
semakin melihat milik orang lain, semakin bangga dengan milik sendiri,
udah jauh jauh sampe mana mana, tapi bukanny menjadi semakin mengagung agungkan arsitektur luar negri, tapi jadi semakin bangga dengan arsitektur negeri sendiri. INDONESIA

miris sekali, ketika beberapa hari yang lalau saya iseng dateng kuliah, lalau ada dosen tamu yang mengatakan bahwa beliau malu kalau mahasiswanya menerapkan arsitektur tradisionalm bahan2 tradisional, dan beliau merasa lebih bangga kalau mahasiswanya beramai ramai menggunakan arsitektur modern. dan beliau menganggap bahwa arsitektur tradisional adalah sesuatu yang kuno, yang sebaikny dimuseumkan saja. hahahhaa,, masih mending dimuseumkn, yang ini hanya hiperbol dari saya saja.

teman teman saya semuanya sibuk mempelajari segala macam aliran2 yang berasal dari barat, yang namanya kebarat baratan, seperti sustainable architecture, green architecture, dan lain sebagainya. dengan bangga mempelajarinya dan menerapkannya tapi lupa sama arsitektur bangsa sendiri. traditional architecture, arsitektur tradisional. vernacular architecture, arsitektur vernakular. INDONESIA

identitas diri sendiri dilupakan, dan sibuk mengupdate gaya terkini,,, hahhaha,, shame on you

walah lah,,, yang namany mo naik k lantai 3 itu pasti harus lewat lantai dasar dulu,,,

dan ngomong ngomong soal arsitektur vernakular dan arsitektur tradisional
kalo saya cari di internet, keduanya sama, sama sama arsitektur yang dikembangakan berdasarkan kondisi sekitar dan memberdayakan kemampuan sekitar, ya sumber daya manusia, alamnya, dan diberikan nilai nilai tradisi. bedanya adalah tradisional telah memiliki faktor waktu, faktor evolusi, dan vernakular adalah prinsip atau keluaran akhir dari tradisional.

dan prinsip inilah yang digembar gemborkan oleh green architecture
ternyata bangsa kita itu udah lebih dulu green daripada keluarnya green architecture
ternyata bangsa kita udah lebih dulu sustainable daripada keluarnya sustainable architecture

jaya arsitektur indonesia!

Aucun commentaire:

Enregistrer un commentaire